TIM RISET GROUP BANKSEL GAMET DAN DOSEN FAKULTAS PETERNAKAN UB MELAKUKAN EKOWISATA PENELITIAN KE KONSERVASI BANTENG DI SAVANA SADENGAN ALAS PURWO BANYUWANGI

Padang rumput (savanna ) Sadengan di Alas Purwo, Banyuwangi Jawa Timut, tempat atau habitat alami Banteng ( Bos Banteng).

Padang rumput (savanna ) Sadengan di Alas Purwo, Banyuwangi Jawa Timut, tempat atau habitat alami Banteng ( Bos Banteng).

Tim peneliti dari Riset Group bank sel gamet. Fapet UB.

Tim peneliti dari Riset Group bank sel gamet. Fapet UB.

Tim Riset Grup Fakultas Peternakan (Fapet) UB dan Tim Dosen Fapet UB dan Fapet Unisma pada tanggal 20 Januari 2020, melakukan kunjungan eko wisata penelitian di Alas Purwo Banyuwangi Jawa Timur. Tim Riset group bank sel gamet yang telah banyak melakukan kajian konservasi sumber daya genetik ternak lokal Indonesia ini terdiri dari Prof.Gatot Ciptadi (ketua), Prof. Luqman Hakim, Dr. Agus Budiarto, Dr. Moch Nasich (Fapet UB) dan Dr. Mudawamah (Fapet UNISMA). Sedangkan tim dari Fapet UB yang juga ikut dalam rombongan ini adalah Prof. Woro Busono dan Dr. Sucik Maylinda.

Selama sehari penuh tim melakukan kunjungan ekowisata penelitian di salah satu taman nasional Alas Purwo yang diantaranya melakukan konservasi pada spesies spesifik Indonesia, khususnya Banteng. Menurut guide tour ekowisata, Ir. Yudi Imam, populasi Banteng yang masih ada sekitar 100 an ekor ini, dan ini juga dibenarkan olen beberapa mahasiswa UGM–Fakultas Biologi dan UMY yang sedang mengadakan observasi spesies hewan langka di Alas Purwo. Pada kesempatan kunjungan di Savana Sadengan Alas Purwo ini tim sempat bertemu dan berdiskusi dengan suatu Tim mahasiswa yang sedang melakukan penelitian dan observasi satwa di Alas Purwo serta mendokumentasikan data yang tertera di posko savanna Sadengan. Data yang diperoleh di lokasi dari dokumentasi yang ada secara umum menunjukkan kecenderungan populasi Banteng yang menurun dan ini cukup memprihatinkan. Menurut Ketua Tim Riset Group Bank sel Gamet, Prof. Gatot Ciptadi, Banteng adalah Sumber Daya Genetik (SDG) Asli Indonesia yang sangat penting dan strategis untuk konservasi dan bisa dimanmaatkan untuk kreasi breed baru atau up Grade kualitas genetik sapi lokal Indonesia terutama sapi Bali dan Sapi Madura. Dari tata dokumentasi yang ada (Sekunder), salah satu penyebab utama penurunan populasi ini adalah adanya serangan anjing Ajag yang ada di lokasi ini yang dilaporkan telah menyerang babi hutan dan Banteng . (PGTC).

Posted in Berita.