LEWAT UB PIONEER 2026, PROF. GATOT CIPTADI PERKUAT KOLABORASI BIOTEKNOLOGI REPRODUKSI DAN TINDAK LANJUT PANGAN HALAL DENGAN ISABELA STATE UNIVERSITY FILIPINA

Universitas Brawijaya (UB) memperkuat kolaborasi internasional di bidang bioteknologi reproduksi ternak dan tindak lanjut pangan halal dengan Isabela State University (ISU), Filipina, melalui Program UB PIONEER 2026 yang berlangsung pada 16–19 Oktober 2026. Program ini dijalankan oleh Prof. Dr. Ir. Gatot Ciptadi, DESS., IPU., ASEAN Eng. Dosen FAST UB yang sekaligus adalah ketua Grup Riset Bank Sel Gamet UB, dengan agenda utama berupa kuliah tamu di hadapan 95 mahasiswa ISU. Selain kuliah tamu, kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah rintisan kerja sama strategis, mulai dari konsultasi pengembangan laboratorium In Vitro Fertilization (IVF), riset dan publikasi bersama tentang Inseminasi Buatan (IB) pada kambing, hingga rencana sentra produk komersial pangan halal daging kambing kaleng. Rangkaian kegiatan dipusatkan di College of Agriculture ISU dan Cagayan Valley Small Ruminant Research Center (CVSRRC), serta sentra produksi daging kambing kalengan di San Mariano. Kerja sama ini diharapkan menjadi pijakan bagi kolaborasi riset jangka panjang antara kedua institusi. Langkah tersebut sekaligus menegaskan peran UB dalam memperluas jejaring akademik dan hilirisasi inovasi di kawasan ASEAN.

Kuliah tamu digelar pada 17 Oktober 2026 di Amphitheater Isabela State University dengan tema “Assisted Reproductive Technologies: Role of Reproductive Biotechnology and New Technology in Animal Genetic Improvement and Conservation”. Dalam paparannya, Prof. Gatot Ciptadi mengulas peran teknologi reproduksi berbantuan serta inovasi bioteknologi terkini dalam meningkatkan mutu genetik ternak dan mendukung konservasi sumber daya genetik hewan. Peserta kuliah berasal dari jenjang sarjana, magister, hingga doktoral dengan latar belakang ilmu tanaman (crop sciences) dan ilmu peternakan (animal sciences). Kegiatan ini turut dihadiri Dr. Jonathan N. Nayga, Dekan College of Agriculture ISU (ISU-CA) sekaligus Direktur Cagayan Valley Small Ruminants Research Center (ISU-CVSRRC). Hadir pula Dr. Aubrey Joy M. Balbin selaku Asisten Direktur CVSRRC, serta Dr. Mark Joker L. Marcos. Kehadiran para pimpinan tersebut mencerminkan dukungan kuat ISU terhadap penguatan kolaborasi akademik dengan UB.

Usai kuliah tamu, Prof. Gatot Ciptadi mengunjungi laboratorium CVSRRC dan berdiskusi mengenai rancangan pengembangan laboratorium untuk penelitian IVF pada ternak. Diskusi ini relevan dengan pengalaman Grup Riset Bank Sel Gamet UB dalam pengembangan teknologi reproduksi berbasis sel gamet dan embrio.

Keesokan harinya, 18 Oktober 2026, rombongan meninjau sentra produksi daging kambing kalengan (chevon) di San Mariano yang merupakan inisiasi CVSRRC bersama sektor swasta. Sentra tersebut diinkubasi oleh Department of Science and Technology – Philippine Council for Agriculture, Aquatic and Natural Resources Research and Development (DOST-PCAARRD), Commission on Higher Education (CHED), serta Department of Agriculture – Bureau of Agricultural Research (DA-BAR). Dalam kunjungan itu dibahas kerja sama lanjutan dengan UB untuk merealisasikan sentra produk komersial pangan halal (halal food) yang sebelumnya telah dirintis oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UB. Kolaborasi ini berpotensi membuka pasar yang lebih luas bagi produk olahan daging kambing, terutama bagi konsumen Muslim di kawasan ASEAN.

Di bidang riset, kedua pihak juga menjajaki penelitian lapang dan publikasi bersama terkait implementasi IB pada ternak kambing. Kolaborasi ini akan dilakukan melalui analisis bersama terhadap data tingkat keberhasilan IB di Indonesia dan Filipina untuk memperoleh gambaran komparatif mengenai faktor-faktor penentu keberhasilannya di lapang. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat melahirkan rekomendasi ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan peternakan kambing di kedua negara. Selama empat hari kegiatan, Prof. Gatot Ciptadi didampingi mahasiswa bimbingannya dari Program Magister FAST UB, Drajad Azis Darmawan, S.Pt. Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bagian dari komitmen UB dalam memberikan pengalaman akademik internasional dan memperkuat kapasitas riset generasi muda (Djajad Azis Darmawan 2026).