ANALISIS VARIABILITAS DAN SIMILARITAS KARAKTER FENOTIPIK DAN PERKEMBANGAN KAMBING, DOMBA LOKAL DI JAWA TIMUR

Kegiatan penelitian yang menggunakan dana Hibah Doktor-Lektor Kepala, Fakultas Peternakan UB, ini di ketuai oleh Bapak Dr. Ir. Moch. Nasich, MS, serta melibatkan tim kelompok kajian  Bank Sel Gamet.com yaitu Prof. Gatot Ciptadi, Aswah Ridhowi dan Dr. Agus Budiarto,(Fapet UB), , Beberapa kegiatan yang telah dilakukan seperti terlihat pada gambar-gambar dibawah ini.( M. Nasich dan G. Ciptadi, 2019).

Produktivitas ternak kambing dan domba lokal yang masih rendah pada tingkat peternak rakyat di pedesaan diduga disebabkan salah satunya oleh hasil persilangan genetik berbagai macam bangsa yang tidak terkendali.  Faktor genetik dapat mempengaruhi secara signifikan terhadap produktivitas maupun reproduktivitas ternak, sehingga peternak perlu dengan teliti memperhatikan faktor genetik tersebut dengan menjalankan prinsip-prinsip pemuliaan ternak.

Dalam menangani masalah kemerosotan genetika ini maka perlu andil dari berbagai pihak untuk bahu membahu menyelesaikan permasalahan ini. Tim reserch akademisi perlu melakukan penelitian yang mendalam untuk menemukan pokok permasalahan sekaligus memberikan rumusan pemecahan terhadap permasalahan tersebut,  Institusi pemerintah terkait bekerjasama dengan akademisi harus mampu membangun kebijakan-kebijakan strategis yang tepat sasaran, peternak harus kooperatif dan mampu mengadopsi inovasi-inovasi baru dalam manejemen maupun teknologi terapan sehingga dapat tercapai target produktivitas yang diinginkan.

Tim Peneliti  Fapet UB  dibawah koordinasi LPPM – UB bekerjasama dengan Kelompok Kajian Bank Sel Gamet.com malalui penelitian ini berusaha memetakan permasalahan kemerosotan genetika kambing dan domba yang terjadi di Jawa Timur, dengan mengidentifikasi tingkat variasi dan kedekatan fenotipik kambing dan domba.

Dalam menguraikan permasalahan ini maka perlu diketahu kondisi genetik yang selama telah ini ada di masyarakat. Penelitian ini mengidentifikasi variasi dan kesamaan genetika ternak kambing dan domba melalui fenotipik ternak.

Manuurut Ketua Tim Peneliti Dr, Ir Moch Nasich ( 2019) dalam laporannya  menyatakan bahwa dari hasil pengamatan terhadap 256 ekor kambing dari 87 peternak dan 91 ekor domba dari 25 peternak di Kabupaten Tuban, maka didapatkan variabilitas dan similaritas karakter fenotipik seperti terlihat pada Tabel dibawah ini:

Tabel 1. Ringkasan Hasil Penelitian awal Variabilitas fenotipik Kambing dan Domba, di wilayah n Tuban., Jawa Timur.

Lebih jauh dinyatakan bahwa  bahwa bangsa kambing yang banyak terdapat di Jawa Timur adalah kambing Peranakan Etawah, yaitu dilihat dari profil muka dan Panjang telinganya, walaupun diantara kambing PE itu masih banyak variasinya. Mulai dari PE yang performannya masih mendekati kambing Kacang, sampai dengan PE yang performannya sudah menyerupai Etawah, hal ini sesuai dengan pendapat Nasich (2011) yang menyatakan bahwa performan kambing PE itu berada diantara kambing Etawah dan kambing Kacang.

Untuk ternak domba dari hasil penelitian, secara performan menunjukkan bahwa domba di dominasi oleh warna putih bersih sampai putih kotor, ada beberapa yang berwarna belang hitam/coklat tua, ukuran telinga sedang dan rebah. Warna rambut domba putih sampai putih kotor ini lebih mendekati domba ekor tipis (Hartatik, 2016).

Hasil analisis Dendogram, maka didapatkan hasil kekerabatan ternak domba di Kabupaten Kediri dan Tuban, seperti terlihat pada Gambar  3 dan 4. Dari Gambar tersebut, maka  48 %, ternak domba berwarna putih polos, 41% dasar putih ada spot hitam baik di kepala maupun badan dan sisanya 11%  warna dasar hitam spot coklat. (Dinda , 2019).

Posted in Berita.