Pelaksanaan Kegiatan Iptek Bagi Masyarakat (IbM) Kelompok Peternak Kambing Di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang TA 2017

Gambar  Kegiatan Pelaksanaan Pengabdian masyarakat Kemenristekdikri TA 2017: 1. Proses IB, 2.  Pelaksana Pengabdian bersama Ketua Kelompok Ternak dan Petugas     Lapangan 3. Penanganan Kambing  untuk pelaksanaan IB ( Foto Sri Wahyuningsih, 2017)

Serangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pendanaan Kemenristekdikti TA 2017 mono tahun dengan skema  Iptek Bagi Masyarakat (IBM) atau sekarang dikenal sebagai PKM telah dilaksanakan di wilayah peternakan kambing rakyat di Kecamatan Singosasi Malang. Tim Pelaksana inti adalah staf dosen Fakultas Peternakan UB yaitu  Dr.Ir.Sri Wahjuningsih,MSi; Prof.Dr.Ir. M. Nur Ihsan,MS dan Dr.Ir. Ita Wahju Nursita,MSc Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah   introduksi paket teknologi manajemen budidaya pemeliharaan kambing Peranakan Etawah sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak kambing PE pada dua kelompok mitra yaitu kelompok peternak “Karya Makmur dan Serumpun  Jaya”  yang berada di Kecamatan Singosari.

Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk membantu peternak kambing PE anggota kedua mitra usaha dalam meningkatkan produktifitas ternak dan pendapatan peternak.Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan langkah-langkah kegiatan dimulai dengan mengidentifikasi seluruh persoalan yang dihadapi peternak mitra khususnya persoalan  dalam  manajemen budidaya beternak kambing, selanjutnya diperoleh persoalan yang menjadi prioritas untuk segera ditangani. Permasalahan prioritas dalam hal ini juga disesuaikan dengan jenis kepakaran Tim yaitu  pemilihan bibit ternak,Inseminasi Buatan dan sinkronisasi berahi yang dapat diaplikasikan. Metode pelaksanaan program IbM ini dimulai dari inventarisasi persoalan dan potensi sumber daya manusia dan pengetahuan peternak dilanjutkan dengan perumusan pemecahan masalah secara bersama, akhirnya dilaksanakan kegiatan penyuluhan,pelatihan dan praktek IB dan sinkronisasi berahi,  pengolahan susu kambing pasteurisasi dilanjutkan pemantauan dan bimbingan teknologi yang diadopsi peternak.

Kegiatan yang dilakukan adalah (1) penyuluhan  tentang manajemen pemeliharaan kambing yang baik (Good Farming Practice) mulai dari pemilihan bibit unggul,manajemen pemberian pakan, pengaturan reproduksi danperkawinan, manajemenperkandangan, kesehatan ternak, (2) Demonstrasi dan praktek melakukan sinkronisasi berahi dan Inseminasi Buatan.  Untuk aplikasi sinkronisasi berahi dihibahkan 1boks spuitdan10 paket hormon Lutalyse, PG 600, vitamin, 15 ekor kambing PE telah disinkronisasi berahi dan di IB menggunakan semen beku kambing PE12 ekor kambing menunjukkan berahi dengan single dosis,  3 ekor kambing dilakukan sinkronisasi dengan dobel dosis.   Keberhasilan    IB  sebesar 73.33 %. (Sri  Wahjuningsih, 2017).

Posted in Berita.

Leave a Reply