VARIASI FENOTIPIK -WARNA RAMBUT KAMBING QURBAN DI MALANG RAYA MASIH SANGAT TINGGI

Variasi warna rambut kambing qurban (atas) dan salah satu lapak pedagang hewan qurban milik Bapak Manshur di Kota Malang (bawah). Selain kambing juga tersedia jenis domba meskipun masih kurang digemari masyarakat (Irsanti Putri, 2016)

Variasi warna rambut kambing qurban (kiri) dan salah satu lapak pedagang hewan qurban milik Bapak Manshur di Kota Malang (kanan). Selain kambing juga tersedia jenis domba meskipun masih kurang digemari masyarakat (Irsanti Putri, 2016)

[Malang] Kambing Peranakan Etawah (PE) merupakan salah satu jenis kambing lokal yang sangat diminati dan menjadi favorit masyarakat maupun peternak sebagai hewan qurban, khususnya di wilayah Malang Raya. Kambing PE sendiri merupakan persilangan dari kambing Etawah yang berasal India dan kambing Kacang lokal yang telah dikembangbiakkan dan telah beradaptasi dengan kondisi iklim yang ada di Indonesia. Kambing PE termasuk kambing tipe dwiguna penghasil daging dan susu telah lama dikenal dan digemari masyarakat umum karena penampakan eksterior badan atau performansnya yang bagus, gagah, kokoh, dan menarik.

Hasil pengamatan dan survey di beberapa wilayah Kota Malang menjelang hari Raya Idul Adha (12/09/2016) hampir seluruh pedagang menjual jenis kambing PE, dengan warna rambut yang paling banyak dijumpai adalah warna hitam di bagian kepala dan putih di bagian badan (24,2%). Warna tersebut merupakan warna umum yang menjadi ciri khas dari jenis kambing PE. Sedangkan warna yang mendominasi kedua adalah warna putih diseluruh badan (23%) yang menjadi ciri khas leluhur kambing PE yaitu Etawah. Ada pula variasi cokelat muda di kepala dengan badan yang berwarna putih (19,9%). Di beberapa lokasi dijumpai pula jenis kambing PE yang memiliki warna rambut seperti hitam total (6,5%), cokelat tua total (6,8%), dan cokelat tua (6,8%). Sedangkan warna yang paling sedikit dijumpai adalah warna cokelat muda di seluruh bagian tubuhnya. Selain kambing, dari beberapa lapak yang dikunjungi terdapat pedagang hewan qurban jenis domba, namun peminatnya masih lebih sedikit, sekitar 3,3% bila dibandingkan dengan kambing yang mencapai 96,7% sehingga tidak banyak pedagang yang menjual jenis domba.

Budidaya kambing PE sebagai salah satu ternak lokal di Indonesia perkembangannya memang cukup drastis dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai varian kambing PE yang telah dibudidayakan di wilayah di Indonesia salah satunya juga menyebabkan persebaran warna kambing PE menjadi bervariasi, hal ini menjadi perlu bagi peternak kambing karena warna rambut tersebut menjadi satu packing yang menarik yang sekaligus juga menaikkan harga jualnya. Hal ini diungkapkan oleh Bapak Ahmadi yang merupakan salah satu pedagang hewan qurban di Kota Malang. “Kambing PE sekarang bibitnya paling banyak dicari oleh peternak karena mudah dibudidayakan dan posturnya disukai oleh pembeli, besar badannya cukup, dagingnya juga tidak terlalu bau, selain itu warna dari kambing juga menjadi keunikan tersendiri yang membuat harga jual menjadi berbeda” menurutnya. (Oleh : Irsanti Putri dan Gatot Ciptadi, September 2016)

 

Posted in Berita.

Leave a Reply